Nur Nadlifah : Upaya Pencegahan Stunting dengan Intervensi Gizi Spesifik


TEGAL - Sebagai upaya pencegahan stunting, salah satunya dengan melakukan intervensi gizi spesifik, seperti pemberian makanan tambahan dan intervensi gizi berbasis masyarakat. Demikian disampaikan oleh anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB Hj. Nur Nadlifah, S.Ag,M.M pada Kegiatan Sosialisasi Stunting dari hulu dalam rangka Penguatan Peran Serta Mitra Kerja dan Stakeholder dalam Implementasi Kegiatan Prioritas Pembangunan Keluarga di Gedung Rakyat Slawi Kabupaten Tegal, Senin (4/12/2023).


Intervensi gizi spesifik, kata Nur nadlifah, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.Beberapa intervensi gizi spesifik yang dilakukan untuk mencegah stunting adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT). PMT adalah pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berisiko stunting. PMT ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang tidak dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari. 


" Selain itu juga dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri, wanita usia subur (WUS), dan ibu hamil. TTD ini bertujuan untuk mencegah anemia pada ibu hamil, remaja putri, dan WUS. Anemia dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang merupakan salah satu faktor risiko stunting," paparnya.


Sementara itu menurut Agoes  Poedjianto, SH. M.Kes ( Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Alhi Madya BKKBN Jawatengah ) bahwa BKKBN telah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan stunting. Upaya-upaya ini telah membuahkan hasil, yaitu menurunnya prevalensi stunting di Indonesia dari 37,2 % pada tahun 2013 menjadi 27,6 % pada tahun 2022. 


"BKKBN akan terus berupaya menurunkan prevalensi stunting di Indonesia hingga mencapai target 14% pada tahun 2024," tegasnya.


Selain itu, menurut Retno Dewanti Purwomakarti, S.Sos, M.AP ( Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda, Direktorat Bina Ketahanan Remaja ) BKKBN Jawa Tengah, BKKBN telah menyediakan pelayanan kesehatan dan gizi, seperti pelayanan KB, pemeriksaan kehamilan, dan pemberian makanan tambahan. Pelayanan ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.


" Upaya lainnya Melakukan edukasi dan sosialisasi tentang stunting. BKKBN melakukan edukasi dan sosialisasi tentang stunting kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti penyuluhan, pelatihan, dan diskusi. Edukasi dan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stunting, penyebab, dan cara pencegahannya," pungkasnya.



Related Posts:

0 Response to "Nur Nadlifah : Upaya Pencegahan Stunting dengan Intervensi Gizi Spesifik"

Post a Comment