Kampung Ternak Sapi Jabres sebagai Upaya Peningkatan Populasi Sapi Jabres

 


Brebes - Kabupaten Brebes mempunyai asset plasma nutfah sapi lokal Brebes yaitu Sapi Jawa Brebes atau Sapi (Jabres) yang telah sejak dahulu memegang peranan penting bagi masyarakat di pedesaan dan telah mengakar dalam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Brebes, keberadaan sapi Jabres sebagai salah satu rumpun sapi lokal Indonesia telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2842/KPTS/LB.430/8/2012 tanggal 13 Agustus 2012 yang diterima oleh Bupati Brebes, Jawa Tengah. Pada waktu itu. Sabtu (29/05/2021).


Plasma nutfah sapi Jabres perlu dilestarikan agar peningkatan potensi dan pemanfaatan dapat dilakukan secara baik dan berkelanjutan. Diperkuat dengan terbitnya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 347/KPTS/PK.020/5/2016 tentang Penetapan Kabupaten Brebes sebagai Wilayah Sumber Bibi Sapi Jabres. Dukungan diperlukan dalam upaya melindungi potensi genetik ternak lokal ini dan untuk mencegah terjadinya masalah di kemudian hari yang berkaitan dengan penurunan populasi yang makin tinggi.


Hal tersebut sejalan dengan strategi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes yaitu melakukan optimalisasi pemanfaatan, pengamanan dan perlindungan sumber daya alam lokal dilakukan melalui upaya pengembangan pusat-pusat pembibitan ternak pedesaan, memanfaatkan dan melestarikan ternak plasma nutfah khas Brebes, optimalisasi satuan kerja pembibitan dan budidaya ternak, serta pengamanan ternak melalui upaya peningkatan kesehatan hewan yang dilakukan dengan kegiatan penyidikan, pengamatan, pengawasan, pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular dan zoonosis.

 

Pengembangan sapi Jabres sebagai komoditas peternakan adalah sarana untuk menyediakan bibit yang berkualitas dan diharapkan dapat berkelanjutan.


Ada 5 kecamatan lain yang menjadi penyangga diantaranya diwilayah teritorial Koramil 12 Bantarkawung sebagai wilayah sumber Bibit Sapi jabres. Kelima kecamatan ini (Ketanggungan, Larangan, Banjarharjo, Salem,) mempunyai potensi yang cukup baik untuk pengembangan sapi Jabres dan berpeluang menjadi wilayah sumber bibit sapi Jabres.


Diterbitkannya Kepmen Wilsumbit diharapkan menjadi faktor akselerasi pengembangan perbibitan sapi jabres di Kabupaten Brebes. 


Menurut Hendri Adi Komara, M.Pt (43) Kabid Budidaya Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes menjelaskan  bahwa “Optimalisasi peran ternak Sapi Jabres untuk meningkatkan perkembangan sentra-sentra produksi sapi jabres di wilayah sumber bibit sapi Jabres dalam meningkatkan populasi dan melestarikan Sumber Daya Genetik Hayati (SDGH) Lokal Indonesia Sapi Jabres di Brebes menjadi prioritas utama untuk diselesaikan”. Tuturnya.


“Solusi terhadap masalah tersebut adalah dengan  membentuk model pengembangan kawasan peternakan sapi Jabres melakukan Pembentukan “Kampung Ternak Sapi Jabres“ dengan Desa Pengarasan Kecamatan bantarkawung sebagai lokasi desa model”. Imbuh Hendri.


“Kegiatan yang sudah dilaksanakan di kampung ternak sapi Jabres, diantaranya penerapan Good Breeding Practice, pelatihan kepada kelompok ternak, upaya peningkatan populasi melalui penyelamatan betina produktif, penjaringan pejantan, pelayanan kesehatan hewan, dan  asuransi ternak. Diharapkan dengan upaya tersebut Desa Pengarasan sebagai kampung ternak sapi Jabres yang mengimplemtasikan Village Breeding Center, pelatihan dan menghasilkan ternak sapi jabres yang layak bibit sesuai SNI sehingga upaya peningkatan populasi dan pelestarian sapi jabres lebih mudah terwujud.” Tambahnya.


Sementara Kepala Dinas Peternakan Brebes drh. Ismu Subroto M.Si mengatakan “Upaya tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan sapi Jabres diantaranya yaitu daya saing antara ternak sapi jabres sapi potong ex impor masih lemah dan belum optimalnya wilayah sumber bibt sapi jabres”. Terang Ismu dalam Launching Kampung ternak sapi Jabres yang diadakan bersamaan dengan Workshop yang mengangkat tema upaya peningkaan populasi dan pelestarian sapi jabres yang di adakan di Pendopo Kecamatan Bantarkawung dengan narasumber Dr. Peni Wahyu Prihandini, S.Pt., M.P. dan Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Ir. Panjono,S.Pt .M.P. dari Loka Penelitian Sapi Potong Grati Pasuruan. (Kujang).

Related Posts:

Terungkap Pemilik Akun Youtube Suara Istana yang Fitnah UAH

 Begitulah orang yang menghalalkan segala cara demi dapatkan penghasilan adsense dengan melakukan fitnah terhadap tokoh ulama atau ustadz, salah satunya Ustadz Adhi Hidayat yang dituduh menggelapkan dana bantuan palestina.

Channel tersebut membuat narasi bahwa UAH ditangkap kepolisian dan terbukti melakukan penipuan dan penggelapan uang. Sebetulnya yang perlu diusut jga para buzzer peliharaan istana, seperti eko kuntadhi, m. guntur romli yang membuat narasi fitnah terhadap UAH



Related Posts:

Sinopsis Film Patriots Day: Kisah Nyata Penyelidikan Teroris Pengebom Boston

 Sinopsis film Patriots Day yang menceritakan kisah nyata seorang polisi yang menyelidiki pengeboman di Boston tahun 2013.

Film Patriots Day dijadwalkan tayang di Bioskop TransTV malam ini, Kamis 27 Mei 2021 pukul 21.30.

Disutradari oleh Peter Berg, film Patriots Day diproduseri oleh Scott Stuber, Dylan Clark, Mark Wahlberg, Stephen Levinson.

sumber : tribunnews.comSinopsis Film Patriots Day: Kisah Nyata Penyelidikan Teroris Pengebom Boston, Tayang Malam Ini

IMDb

Related Posts:

Hj. Nur Nadlifah Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan bersama Perempuan NU Kabupaten Brebes

 


BREBES - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Dapil IX Jawa Tengah Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, M.M menggelar sosialisasi Dapil Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri oleh aktifis perempuan Nahdliyin Fatayat Kabupaten Brebes di kantor PC Fatayat NU Kabupaten Brebes, Selasa ( 25/5/2021 ).


Pada agenda tersebut, sebagai wujud solidaritas kepada warga Palestina, mengadakan doa bersama, khataman qur'an dan berpesan kepada masyarakat untuk melaksanakan qunut nazilah terkait krisis kemanusiaan yang terjadi di jalur Ghaza.


Selain itu, beliau menyoroti tentang kewaspadaan masyarakat atas penawaran penggunaan vaksin mandiri dengan biaya murah.


" Masyarakat harus berhati - hati atas iming - iming oknum yang menawarkan vaksin mandiri. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, koordinasikan dengan masyarakat setempat dan laporkan kepada yang berwajib," katanya.


Kegiatan empat pilar kebangsaan juga sebagai media silaturahmi dengan fatayat NU Kabupaten Brebes. Selama pelaksanaan juga tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Related Posts:

Yuk Kenali Aishwa Nahla Lebih Dekat !!!

Foto
Biodata Aishwa Nahla (Foto Instagram: @aishwanahla.official)


Siapa yang belum kenal dengan Aisha Nahla si YouTuber sholawat cilik yang viral karena lagu Marhaban Ya Ramadhan? Berikut simak biodata Aishwa Nahla penyanyi cilik sholawat yang sudah hafiz Quran.

Aisha Nahla merupakan hafiz Quran asal Palembang, 16 Juni 2014, Saat ini usianya adalah 7 tahun dan kini tengah menempuh pendidikan di PAUD Rumah Tahfiz Kiai Marogan gaes. Nahla juga anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan H.Hendro dan Marthini.


Aishwa Nahla mengawali karirnya sebagai YouTuber dan mengisi konten dengan sholawat hingga viral sholawat Marhaban Ya Ramadhan gaes.


Penasaran dengan sosoknya? Simak yuk biodata lengkap dari Aishwa Nahla, yang sudah dihimpun Trelep Media dari berbagai sumber untuk kamu.

1. Biodata dan Profil

Nama Lengkap: Aishwa Nahla Karnadi

Nama Panggung: Aishwa Nahla

Tempat tanggal lahir: Palembang, 16 juni 2014

Umur: 7 Tahun

Agama: Islam

Nama Orangtua: H.Hendro Karnadi, S.Ag, MM. (ayah) dan Marthini (ibu)

Nama Saudara: -

Profesi: YouTuber, Pelajar

Pendidikan: PAUD Rumah Tahfiz Kiai Marogan

Hobi: Bersholawat

Akun Instagram: @aishwanahla.official

2. YouTuber Sholawat Cilik

Nama Aishwa Nahla mendadak mencuri perhatian publik setelah videonya saat melantunkan sholawat Marhaban Ya Ramadhan di YouTube tersebar di media sosial.

Cara menyanyinya yang imut dan juga sosoknya yang masih kecil membuat banyak warganet yang menyukainya.

3. Hafiz Quran

Mungkin nggak banyak tang tahu nih kalau ternyata Aishwa Nahla ini juga merupakan penghafal alias Hafiz Al-Quran.

Dirinya diketahui belahar di PAUD Rumah Tahfiz Kiai Marogan dan sudah mulai diperkenalkan dengan Al-Quran sejak umurnya masih kecil.

4. Memiliki Paras imut

Aishwa diketahui memiliki paras cantik dan juga imut lho, pantas saja banyak warganet yang sangat mengidolakannya, mulai dari yang tua hingga yang muda.

5. Anak kedua dari tiga bersaudara

Selain itu diketahui kalau bocah yang sebentar lagi berusia 7 tahun ini juga merupakan anak kedua dari 3 bersaudara yang lahir dari pasangan H.Hendro dan Marthini.


sumber : https://kuyou.id/

Related Posts:

Ini Dia Titik Penyekatan Mudik 2021 di Brebes Jateng Selama Periode Larangan Mudik

 


Brebes – Dalam periode peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H (6-17 Mei 2021) yang mulai diberlakukan pada 6 Mei 2021 di wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, petugas gabungan melakukan penjagaan di 6 titik dari kabupaten yang menjadi pintu masuknya Jawa Tengah dari Jawa Barat ini. Kamis (6/5/2021).


Enam titik dimaksud meliputi pos penyekatan di Exit Tol Pejagan, Terminal Truk Kecipir Kecamatan Losari (Jalur Pantura), di Rest Area Km. 260 B ruas tol Kanci-Pejagan, dan Pos Rapid Antigen juga di ruas tol Kanci-Pejagan Km. 252 A tepatnya di Rest Area Cimohong, Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba..


Kemudian dua Pos Pengamanan (Pospam) mudik didirikan di Alun-Alun Brebes dan Pospam di wilayah Brebes selatan yaitu di Linggapura Kecamatan Tonjong.


Sementara pengetatan penjagaan dilakukan terutama di perbatasan Jabar-Jateng, di Terminal Truk Kecipir Kecamatan Losari, kemudian di Exit Tol Pejagan, dan di jalur tikus di Desa Bojongsari Kecamatan Losari, dimana jalur ini sebagai jalur alternatif dari Ciledug (Jabar) masuk ke Brebes Jateng.


Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto menjelaskan, di Pos Penyekatan Exit Tol Pejagan dan di Kecipir, kendaraan yang datang dari arah Jakarta akan dilakukan kanalisasi.


“Untuk kendaraan bermotor pribadi dan umum akan diarahkan masuk ke kiri atau tol gate, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan administrasi,” terangnya.


Lanjutnya, apabila sopir dan awak kendaraan bermotor itu dinyatakan sebagai pemudik, maka akan diputar balik kembali ke arah Jakarta. Namun apabila ber-KTP Brebes (lokal), maka akan diarahkan ke Jalan Raya Pantura.


Untuk menghindari pemudik lolos maka petugas gabungan dari unsur TNI-Polri, Dishub, Dinkes, Satpol PP, BNPB, serta dinas terkait lainnya, akan melakukan penjagaan selama 24 jam secara bergantian atau shift.


Terpisah dari bincang-bincang dengan Kapten Infanteri Muhtadi selaku Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, ia menjelaskan bahwa untuk pemudik warga asli Brebes nantinya akan tetap diawasi oleh Satgas Covid-19 di masing-masing desa dengan memaksimalkan posko PPKM Mikro sesuai SOP yang sudah berjalan.


Pada periode larangan mudik ini, kendaraan bermotor yang diizinkan melintas hanyalah kendaraan pelayanan distribusi logistik, pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak (non-mudik) dengan mengantongi SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit atau duka, ibu hamil disertai satu orang pendamping, dan ibu persiapan persalinan dapat disertai dua orang pendamping.


Muhtadi menghimbau agar warga masyarakat patuh anjuran pemerintah agar tidak mudik guna mencegah penyebaran covid-19. (Aan)

Related Posts:

Akan Diberi THR Rp50 ribu, Ratusan Buruh Pabrik Aksesoris Sepatu di Brebes Mogok Kerja


 Brebes – Ratusan buruh PT. Agung Pelita Industrindo (API), Jalan Raya Klampok, Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan protes keras kepada pihak manajemen karena mereka rencananya hanya akan diberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp. 50 ribu. Rabu malam (5/5/2021).


Itu artinya THR tidak sesuai dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Indonesia Nomor Menaker NO. M/6/HK/.04/IV/2021, tanggal 12 April 2021, tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.


Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus namun kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.


Adapun bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.


Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.


Unjuk rasa sekitar 400 buruh pabrik aksesoris sepatu itu diawali dengan mogok kerja shift malam mulai pukul 21.00-23.00 WIB, dengan korlap Haerudin selaku salah satu pekerja shift malam.


“Memang benar, ada pemotongan THR bagi buruh yang masa kerjanya di atas satu tahun hanya akan diberikan THR sebesar Rp. 50 ribu dengan alasan terdampak pandemi, bagaimana yang dibawah 1 tahun, makanya kami menolak kebijakan itu,” ujar Haerudin.


Haerudin juga menyatakan akan menggelar mogok kerja esok hari jika tuntutan mereka tidak direspon. Pasalnya, THR harus diberikan kepada pekerja/buruh paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.


THR keagamaan tahun ini pun wajib dibayar penuh dan tepat waktu oleh pelaku usaha, berbeda pada 2020 lalu saat pemerintah memberikan kelonggaran kepada para pengusaha untuk memberikan THR secara bertahap.


Jika pengusaha tidak membayar THR kepada para pekerjanya sesuai aturan pemerintah maka dapat dikenai sanksi administratif sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021, mulai dari teguran, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara kegiatan produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.


Ia pun menyayangkan pihak manajemen tidak melakukan musyawarah dengan para buruh/pekerja terlebih dahulu terkait rencana besaran pemberian THR.


Pihak manajemen PT. API kemudian merespon aksi mogok kerja dengan melakukan musyawarah. Sempat terjadi kegaduhan saat para buruh dengan tegas menolak kebijakan pabrik tentang pemberian THR yang tak sesuai aturan pemerintah.


Saat kegaduhan berlangsung datang petugas Kamtibmas dari Polsek dan Koramil 03 Wanasari untuk menenangkan mereka. Saat para buruh telah tenang maka musyawarah pun dilanjutkan kembali dan akhirnya pihak pabrik menyetujui pemberian THR sesuai aturan pemerintah.


Rio, selaku Manajer Bagian Umum PT. API membenarkan jika sempat terjadi kegaduhan saat musyawarah berlangsung.


“Kesimpulannya tadi manajemen sudah sepakat jika pemberian THR sesuai dengan ketentuan pemerintah, dan kapan pemberiannya akan disampaikan dalam waktu dekat,” katanya.


Menurutnya, aksi protes dan mogok kerja sementara itu telah menjadi pembelajaran berharga bagi pihak manajemen.


Setelah kesepakatan itu, akhirnya mulai pukul 23.05 WIB, para buruh membatalkan aksi mogok kerja dan mereka mulai kerja kembali.


Perlu diketahui, ada setidaknya 1.800 orang pekerja/buruh yang menggantungkan hidup di pabrik tersebut, sehingga THR di saat pandemi covid-19 tahun ini sangat berarti bagi mereka.


Pun dengan THR maka diharapkan dapat menstimulasi konsumsi masyarakat sehingga memacu pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dampak dari pandemi berkepanjangan. (Aan)

Related Posts:

Babinsa Pemotor Kodim Brebes Bagikan Nasi Box dan Masker Jilid Dua

 


Brebes – Kasdim 0713 Brebes, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, melepas para Babinsa pemotor yang akan membagikan nasi box buka puasa kepada warga masyarakat yang membutuhkan dan terdampak covid-19.


Tampak dirinya memimpin doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing sebelum pelaksanaan tugas mulia itu. Rabu sore (5/5/2021).


Dijelaskannya, masakan dimasak oleh anggota Kodim bersama ibu-ibu Persit di dapur lapangan bakti sosial yang didirikan dengan tenda pleton di halaman Makodim Brebes.


“Kurang lebih 777 nasi box akan dibagikan tersebar di 17 koramil jajaran Kodim Brebes, dan ini merupakan jilid kedua,” terangnya.


Selain pembagian nasi tersebut, juga dibagikan 2.010 masker kain kepada warga di 17 koramil/kecamatan.


Lanjut Edwin, gerakan sosial itu merupakan program dari Kodam IV Diponegoro yang juga dilaksanakan secara serentak di 36 Kodim lainnya setiap tanggal ganjil pada awal bulan Mei 2021 sampai dengan H-2 lebaran 1442 H (3-11 Mei 2021).


“Fokus sasaran pembagian masih sama, yaitu kaum dhuafa, anak yatim-piatu, pemulung, gelandangan, tukang becak, dan petugas kebersihan,” tandasnya.


Untuk wilayah Brebes selatan, dapur umum beroperasi di halaman Koramil 08 Bumiayu. (Aan)

Related Posts:

Diduga Asusila, Kepala Desa Cihaur Banjarharjo Brebes Dituntut Mundur dari Jabatannya


  Brebes – Warga masyarakat Desa Cihaur, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggeruduk Kantor Balai Desa Cihaur untuk berorasi menuntut kepala desa mereka, Washar, SE, mundur dari jabatannya terkait dugaan asusila yang dilakukannya dengan warga setempat. Rabu (5/5/2021).


Dijelaskan Kapten Cpl. A. Chaerul Huda, Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, bahwa anggotanya bersama anggota Polsek, Linmas, dan Satpol PP Banjarharjo melakukan pengamanan aksi unjuk rasa damai yang dimulai pukul 09.00 WIB itu.


“Setidaknya ada seratus warga setempat yang melakukan unjuk rasa,” terangnya.


Ia juga meminta agar warga tidak main hakim sendiri yang akhirnya dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.


Sementara itu Camat Banjarharjo, H. Warto, SP.Kp, Danramil, dan Kapolsek Banjarharjo Iptu Teguh Iswanto, turut terjun langsung untuk menenangkan warga setempat, dan selanjutnya perwakilan warga dihadirkan di aula balai desa untuk audiensi.


Camat minta warga dapat menahan diri dan menyerahkan perkara sesuai jalur hukum yang berlaku.


“Keluhan warga akan secepatnya kita tindaklanjuti sampai ke tingkat kabupaten sesuai proses hukum yang harus dijalani,” bebernya.


Lanjut Camat, nanti akan turun tim dari Inspektorat Kabupaten Brebes untuk mengecek kebenaran permasalahan dan penyelesaiannya.


Pukul 11.50 WIB, massa akhirnya membubarkan diri dan mempercayakan penyelesaian permasalahan kepada aparat hukum. (Aan)

Related Posts:

Aparat Gabungan di Brebes Siap Gelar Operasi Ketupat Candi Lebaran 1442 H


 Brebes – Wakil Bupati Brebes, Narjo, SH.MH, menjadi pimpinan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di Mapolres Brebes, dengan peserta 250 orang yang merupakan gabungan dari personel Polres Brebes, Kodim 0713 Brebes, Subdenpom IV/1-4 Brebes, BPBD Brebes, Dishub Brebes, Satpol PP Brebes, dan Damkar Brebes. Rabu (5/5/2021).


Beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Brebes yang hadir dalam kegiatan ini meliputi Ketua DPRD Brebes yang diwakili Wurja, SE selaku anggota DPRD, Dandim Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, Kapolres AKBP Gatot Yulianto, S.I.K, M.HP, Ketua Pengadilan Negeri Tornado Edmawan, SH, MH, Kasatpol PP Supriyadi, Kepala BPBD Nushy Mansur, Kadinkes dr. Sartono, M.Kes, serta Dansubdenpom IV/1-4 Brebes Kapten Cpm Budi H.


Narjo membacakan amanat Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang intinya adalah Operasi Ketupat Candi 2021, diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 12 hari, mulai dari tanggal 6-17 Mei 2021.


“Di wilayah Kabupaten Brebes, operasi ini juga akan dilakukan secara lintas sektoral untuk pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H serta penyekatan kendaraan yang akan masuk ke Jateng melalui Jabar, terkait larangan mudik lebaran,” terangnya.


Lanjutnya, apel merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan dari masing-masing komponen utama dan pendukung Operasi Ketupat Candi 2021, termasuk sarana dan prasarananya.


Kapolri dalam amanatnya juga menyatakan bahwa menjelang Idul Fitri 1442 H, tren kasus baru covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03 %, dengan pemicu adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya jelang akhir bulan suci Ramadhan, sehingga atas dasar itu pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini.


Menurut Kapolri, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan hasil survei dari Kementerian Perhubungan, masih terdapat 7 % atau 17,5 juta orang dari 81 juta orang yang biasa melakukan pergerakan mudik. Jadi kebijakan larangan mudik minimal dapat mengurangi resiko penambahan kasus baru virus corona.


Kapolri menekankan agar pelaksanaan Operasi Ketupat Candi kali ini dilakukan humanis dan dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi “Salus Populi Suprema Lex Esto”.


Namun sebagai upaya terakhir akan dilakukan “Ultimum Remedium” atau hukum pidana hendaklah dijadikan upaya terakhir dalam hal penegakan hukum, dimana pelaksanaannya dilakukan secara profesional, proporsional, dan tegas namun humanis terhadap setiap pelanggar hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas atau terhadap pemudik yang melanggar Prokes (Protokol Kesehatan).


“Untuk penyekatan mudik dalam Operasi Ketupat Candi ini dilakukan secara humanis melalui penegakan prokes sebagai langkah-langkah preemtif dan preventif,” sambungnya.


Di seluruh tanah air, pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2021 ini melibatkan 155 ribu personel gabungan, yang terdiri dari 90,5 ribu personel Polri, 11,5 ribu TNI, serta sisanya yaitu 52,8 ribu lebih merupakan personel gabungan dari instansi terkait seperti Satpol PP, Dishub, Dinkes, Jasa Raharja, dan Pramuka selaku mitra Kamtibmas.


Personel tersebut akan ditempatkan di 381 pos penyekatan mudik, 1.536 pos untuk pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas, 596 pos untuk pelayanan, dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat  wisata, dan lain-lain.


Mereka yang ditugaskan juga adalah frontliner di satuannya masing-masing karena telah divaksin covid-19 sebanyak dua kali.


“Niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan YME. Lakukan body sistem, tingkatkan kepekaan, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan dari kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini,” tandasnya.


Kapolri juga meminta agar seluruh unsur terkait menjaga soliditas dan sinergitas demi keberhasilan operasi.


“Tak lupa saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel dan semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi tahun ini,” pungkasnya.


Puncak acara dilakukan pemeriksaan kendaraan roda empat dan dua oleh Forkompinda Brebes.


Narjo menambahkan selepas apel, untuk pos penyekatan di Brebes ada 3 titik fokus, yaitu di Pos Terpadu Terminal Truk Kecipir (Jalan Pantura), Desa Kecipir, Kecamatan Losari, kedua di Exit Tol Pejagan, dan pos penyekatan ketiga berada di Desa Bojongsari Kecamatan Losari, dimana ini merupakan jalur tikus yang biasa digunakan mobil-mobil travel dari Jakarta melalui Ciledug masuk ke Brebes. (Aan)

Related Posts:

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut di Pintu Air Salsek Sitanggal Larangan Brebes

Mayat ditemukan tersangkurt di pintu air saluran sekunder Danawangsa Sitanggal

Brebes – Warga masyarakat Desa Sitanggal Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan dengan adanya sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang mengambang dan tersangkut di pintu air Saluran Sekunder (Salsek) Danawangsa Sitanggal, desa tersebut. Selasa (4/5/2021).


Diterangkan Pjs. Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Letda Infanteri M. Yazid, mayat sudah dalam keadaan rusak atau membusuk karena diperkirakan sudah meninggal lebih dari 3 hari.


“Bagi keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya yang laki-laki, maka dapat menghubungi langsung ke pihak Polsek Larangan, atau Koramil,” ujarnya.


Jasad pertama kali dilihat oleh Azis (35), petugas saluran air Danawangsa Sitanggal, yang merupakan warga setempat Desa Sitanggal RT/RW. 01.


Jasad selanjutnya diangkat oleh petugas bersama warga untuk dievakuasi ke RSUD Brebes pada pukul 11.00 WIB untuk autopsi, sementara proses identifikasi pertama dilakukan oleh pihak berwajib yakni Polsek Larangan. (Aan)

Related Posts: