SMA Negeri 1 Larangan Gelar Pentas Kreasi Seni



Trelepnews.id, SITANGGAL- Puluhan  siswa siswi SMA Negeri 1 Larangan dari 17 kelas mengikuti pagelaran drama, tari dan musik kontemporer dengan tema “Remaja Ceria Berkarya” di Lapangan Basket SMA Negeri 1 Larangan, Rabu (25/05/2016).
Pentas Seni Siswa SMA

Guru Seni dan budaya, Nur Puji, SPd dan Reza Ardiningsih, SPd  mengungkapkan, pagelaran ini diselenggarakan sebagai bahan penilaian akhir semester. “Selain itu bertujuan untuk memunculkan potensi dan kreatifitas siswa di bidang seni serta melatih siswa untuk bekerjasama, bekerja keras dan pantang menyerah,” ujar keduanya.

Acara dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB sampai 15.00 WIB dengan berbagai keunikan kreasi seni diantaranya seni tari dengan memakai kostum pewayangan, drama, musik treatikal dan kreasi lainnya. Kegiatan dibuka oleh waka kesiswaan Drs, Imam Sultoni, MSi.

Beliau menyatakan, kegiatan positif semacam ini perlu dipertahankan sebagai wadah penyaluran bakat dan kreatifitas siswa terutama di bidang seni. “Selain itu, kegiatan ini sangat menginspirasi kita tentang pentingnya bekerjasama, pantang menyerah demi tercapainya tujuan,” paparnya.

SMA Negeri Larangan selalu mencoba membuat kreasi seni dalam mengarahkan anak didiknya, setelah sebelumnya mengadakan lomba dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas) dan juga memberikan ruang yang positif kepada lulusan siswa-siswinya agar tidak coret-coretan dengan Santunan Anak Yatim dan Gerakan Anti Konvoi. (LH/BU)

Related Posts:

Kasus Kematian Ibu Hamil Tinggi Se-Jateng, FMM Inisiasi #Save Ibu dan Bayi



Trelepnews.id, BREBES- Kasus kematian Ibu Hamil di Brebes tertinggi Se Jawa Tengah membuat perhatian dari beberapa pihak agar mensosialisasikan untuk mengurangi dan memperhatikan kasus tesebut. Diantaranya Forum Masyarakat Madani (FMM) yang berinisiatif untuk membuat DP Facebook #Save Ibu dan Anak, Mamane Slamet Bayine Slamet, Brebes darurat Kematian Ibu dan bayi.

Setelah DP #Save ibu dan bayi didesain menarik, ternyata membuat beberapa akun facebook warga Brebes dari berbagai profesi langsung mengganti DP nya dengan #save ibu dan bayi. Diantaranya yang mengganti DP adalah Ir. Djoko Gunawan, Khaerul Abidin,MM, dr. Umar Utoyo, dr. Hj. Rudi pangarasami utami, Nurul Aeni, SKM, Bahrul Ulum, SE, Msi, dan lainnya.

Menurut anggota FMM, Rizky fajar Afriansyah (28), dia merangkumnya menjadi sembilan buah rekomendasi darurat Kematian Ibu Hamil dan Bayi di Kabupaten Brebes diantaranya terbatasnya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas terutama pemeriksaan dengan menggunakan USG bagi Ibu Hamil tidak mampu, program sosialisasi dan promosi kesehatan ibu dan anak oleh Pemda kurang masif yg berdampak pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini ibu hamil beresiko dan keselamatan ibu masih rendah, masih rendahnya status gizi dan kesehatan ibu hamil.


“Selanjutnya, masih rendahnya angka pemakaian kontrasepsi, belum tercovernya seluruh ibu hamil tidak mampu oleh Jamkesda maupun JKN, masih belum sinerginya program penyelamatan Ibu hamil dan Bayi antar lintas SKPD sehingga masih terkesan berjalan sendiri, masih kurangnya tenaga kesehatan (dokter spesialis Obsgyn, anak, anestesi, bidan, dokter umum, dan perawat) di Fasilitas kesehatan milik pemerintah, belum terlibatnya sektor swasta (pengusaha) dalam program kesehatan Ibu dan Anak dan rekomendasi hasil Audit kematian belum ditindak lanjuti secara serius oleh Pemerintah daerah,” papar rizky.

dr.Sigit Laksamana,SPOG menambahkan, dengan semakin banyaknya kematian ibu hamil akibat preeklampsia beserta komplikasinya dibutuhkan tindakan yang lebih agresif dalam pengakhiran kehamilan tentunya dibarengi dengan kemampuan perinatologinya. Misalkan, jika ditemukan kenaikan tekanan darah disertai proteinuria pada usia kehamilan 34 mg harus sudah dirujuk dan kemungkinan untuk diterminasi.

“Selain itu, perlunya peningkatan ketrampilan tenaga kesehatan dalam pengelolaan kehamilan dan persalinan sehubungan dengan meningkatnya beban puskesmas terutama poned dan mampu persalinan,” pungkasnya.

Terungkap, FMM mengajak semua warga Brebes pada acara Car Free Day pada hari Minggu tanggal 29 Mei 2016 untuk kopdar di alun-alun Brebes mensosialisasikan #Save ibu dan Bayi. (LH)

Related Posts:

Wayang Ukir Usia Ratusan Tahun di Brebes

Trelepnews.id, SITANGGAL- karya seni zaman dahulu memang seringkali lebih awet kualitasnya dan memiliki nilai seni yang tinggi. Salah satunya ukiran wayang yang ditatah pada kayu yang terpajang di rumah warga Dukuh lamaran, Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Sudirman (45).

Ada dua ukiran wayang yang menurutnya sudah sejak lama usianya, bahkan sampai ratusan tahun. “Wayang ini usianya sampai tiga generasi, saking uniknya sempat ada yang menawar dengan harga tinggi, namun saya tidak minat.

Wayang ukir



Di rumahnya yang model joglo itu, Sudirman menceritakan bahwa wayang ukir itu sudah ada sebelum dia lahir. Sebelumnya, kata Sudir, ada tiga wayang, namun yang satu yakni wayang semar entah kemana, waktu saya kecil itu ada.

Dirinya merasa senang bisa mewarisi karya seni ukir wayang. “Karya yang bagus dibuat dari kayu yang kuat dan perwarna yang alami,” pungkasnya

Related Posts:

Peringati HUT IGTKI – PGRI ke 66, di Brebes Digelar Aneka Lomba



Trelepnews.id, BREBES – Ratusan anak didik TK Se-Kabupaten Brebes memadati Pendopo Brebes untuk mengikuti lomba dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia dan Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-66 Sabtu (21/05/2016).
Ketua Panitia kegiatan, Subiatun, SPd.AUD menjelaskan, lomba yang diadakan ada dua kategori yakni untuk guru TK dan anak didik TK. Lomba yang diikuti guru diantaranya gerak dan lagu dan cipta lagu, sedangkan yang diikuti anak TK diantaranya mengarsir, melukis dan merangkai huruf.

kabupaten brebes
Ratusan peserta lomba memadati pendopo Brebes
“Untuk lomba mengarsir diikuti oleh perwakilan dari masing-masing TK se Kabupaten Brebes. Sedangkan untuk lomba melukis dan merangkai huruf diikuti oleh perwakilan juara 1 dari tiap kecamatan,” paparnya.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan dalam sambutannya, ke depan anak-anak usia dini harus bisa mengenyam pendidikan anak usia dini minimalnya satu tahun. “Hal ini bisa sebagai pembekalan anak didik agar terbentuk mentalnya dalam bertingkah laku dan berbuat. Selain itu juga anak-anak harus tercukupi kebutuhan gizinya,” ujarnya.

Pengurus IGTKI-PGRI kabupaten Brebes, Nurnaningsih, SPd.AUD menyampaikan sambutan ketua IGTKI-PGRI pusat, bahwa IGTKI-PGRI sebagai organisasi yang mandiri, independen, profesional dan bermartabat. Maka jaga persatuan dan kesatuan seluruh guru TK di 34 Propinsi agar tidak tergoyahkan.

“Tema pada HUT IGTKI-PGRI kali ini adalah Strategi penguatan guru pembelajar yang berkualitas bagi guru Taman Kanak-kanak dalam mewujudkan pentahapan wajib PAUD satu tahun Pra SD,” pungkasnya.

Terungkap, selain itu ada kegiatan makan telur dan minum susu bersama Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang kuat, sehat, cerdas dan berdaya guna.

Related Posts:

Terbentuk, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan di Desa Larangan



Forum Masyarakat Peduli Pendidikan
Kepala Desa larangan sedang menerima berkas  FMPP

www.trelepnews.id, LARANGAN- Untuk menekan angka anak putus sekolah yang tinggi, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dibentuk di Desa Larangan, Sabtu (21/05/2016). Pembentukan ini digagas oleh Bappeda Kabupaten Brebes.


Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya (Pemsosbud) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Khaerul Abidin, mengatakan rata-rata lama sekolah di Brebes hanya 6,07 tahun. Artinya, rata-rata penduduk di Brebes hanya lulus hingga sekolah dasar.

“Hal ini yang mendorong pemerintah untuk melakukan hal yang kongkrit yakni memfasilitasi pembentukan FMPP di 55 desa di empat kecamatan. FMPP tersebut akan mendorong program gerakan kembali sekolah. Lembaga tersebut merangkul semua elemen masyarakat di antaranya tokoh agama dan stakeholder yang ada,” kata Khaerul usai pembentukan FMPP, Sabtu (21/5/2106), di Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Brebes.

Selain itu, kata Kaherul, akan mencari sumber dana baik dari Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan maupun para dermawan yang ada di Brebes untuk membantu anak-anak di Brebes yang mau kembali bersekolah.

Berdasarkan data SIPBM di empat kecamatan, yakni Kecamatan Larangan, Songgom, Bumiayu dan Bulakamba, terdapat kurang lebih 3000 anak putus sekolah di berbagai jenjang pendidikan. Belum mengitung di 13 kecamatan lain di luar SIPBM.

"Kita akan tumbuhkan semangat untuk bersekolah. Kami tidak ingin hanya karena masalah seragam dan lainnya anak -anak kita putus sekolah," kata Khaerul.

Hal senada disampaikan FMPP Kecamatan Larangan,Marzuki, mengaku ribuan anak putus sekolah akibat kesulitan ekonomi orang tuanya. “Bahkan seribu anak tercatat sebagai pekerja anak di berbagai sektor. Maka dari itu kami berharap dengan pembentukan FMPP ini akan mengurangi tingkat putus sekolah, sehingga mereka bisa melanjutkannya ke jenjang selanjutnya,” pungkasnya. (Kunt/LH)
Terungkap, pembentukan FMPP juga bersamaan dilaksanakan di Desa Sitanggal, Siandong dan Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Selanjutnya di semua desa kecamatan Larangan.

Related Posts:

HUT Pegadaian, Santuni Jompo di Brebes

BREBES- Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pegadaian ke-115, Pegadaian persero Area tegal beserta ibu-ibu Ikatan Istri karyawan Pegadaian (IIKP) cabang Brebes memberikan santunan paket sembako kepada panti sosial lansia “Purbo Yuwono” di Brebes, Jumat (13/05/2016).

Kepala cabang pegadaian Brebes, kadar SE menjelaskan, kegiatan tersebut masih dalam rangkaian HUT Pegadaian ke-115 sebagai wujud syukur dan kepedulian sesama. “kami mencoba untuk berbagi dan memberikan sedikit bantuan, semoga bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Bantuan sembako senilai 5 juta rupiah secara simbolik diserahkan langsung oleh Deputi pimpinan wilayah tegal, Tuti Suwarni, SE, MM kepada perwakilan pengurus panti sosial lansia “Purbo Yuwono” Brebes, Titin.

Titin mengungkapkan, rasa syukur atas kepedulian pegadaian terhadap panti. “Terimakasih kami ucapkan, semoga pegadaian selalu bermanfaat buat masyarakat,” imbuhnya.

Pegadaian persero mencoba untuk meningkatkan kegiatan program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk program pelayanan yang semakin beraneka ragam. Disamping pembiayaaan melalui penyaluran uang pinjaman berdasarkan hukum gadai dan fidusia. Pegadaian juga sebagai salah satu alternatif institusi investasi bagi masyarakat yang memilih logam mulia sebagai instrumen investasi baik secara tunai, cicilan, arisan dan tabungan emas.

Related Posts: