Petugas Gabungan di Larangan Brebes Berikan Sanksi Bagi Pelanggar Prokes


 Brebes – Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali melakukan razia penegakan Prokes (Protokol Kesehatan) di ruang publik. Senin malam (28/6/2021).


Pjs. Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Letda Infanteri M. Yazid mengatakan, anggotanya Koptu Miskun bersama Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa, melakukan patroli Kamtibmas sambil melakukan edukasi kepada warga yang kedapatan berkerumun dan tidak memakai masker.


“Sasarannya khusus patroli Kamtibmas sekaligus Komsos antara lain tempat-tempat umum dan kerumunan warga serta pertokoan,” terangnya.


Lanjut Danramil, untuk yang kedapatan melanggar prokes diberikan sanksi push up atau skot jump, kemudian diedukasi, dan diberikan masker.


Menurutnya, sanksi tersebut untuk menumbuhkan budaya malu warga agar sadar untuk lebih mematuhi prokes walaupun tidak ada petugas yang melakukan razia.


“Kegiatan PPKM Mikro ini tentunya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 khususnya di wilayah Kecamatan Larangan, sesuai kebijakan perpanjangan PPKM Mikro dari Bupati,” tandasnya.


Tambahnya, kesuksesan menekan lonjakan kasus baru covid-19 tak hanya tugas dari Pemkab dan Satgas PPKM Mikro di 17 kecamatan di Kabupaten Brebes. Semua unsur terkait itu sebagai pemicunya, sedangkan masyarakat sebagai objeknya juga diharapkan membantu dengan mematuhi prokes 5M, yaitu memakai Masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun atau cairan disinfektan. (Aan)

Related Posts:

Kodim Brebes Gelar Edukasi Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme

 


Brebes – Kodim 0713 Brebes menggelar kegiatan pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos) cegah tangkal radikalisme dan separatisme Semester I TA. 2021, di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes. Kamis (24/6/2021).


Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat di 17 kecamatan di Kabupaten Brebes ini, mengusung tema “Meneguhkan Toleransi Mencegah Radikalisme Separatisme”.


Membacakan sambutan Dandim, Pasiter Kodim Brebes, Kapten Infanteri Surikan mengatakan, tujuan kegiatan program ini yakni mewujudkan ketahanan Kamtibmas yang kuat di wilayah 17 koramil/kecamatan di Brebes.


“Selain memelihara dan meningkatkan hubungan antara TNI dengan masyarakat, instansi terkait, dan komponen pertahanan negara lainnya, juga untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme dan separatisme di wilayah Kabupaten Brebes,” terangnya.


Untuk itulah dalam kegiatan ini juga disampaikan 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhineka Tunggal Ika, untuk lebih menambah wawasan dan membentengi terhadap paham-paham yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dan UUD 1945.


“Para peserta diajak berpartisipasi terhadap kepentingan pertahanan negara, karena menjaga keutuhan bangsa adalah hak dan kewajiban setiap warga negara,” tandasnya.


Kapten Arhanud Nediono, Danramil 15 Ketanggungan, menambahkan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing dari seluruh komponen pertahanan negara, sehingga tercipta kesadaran dan kemampuan cegah dan tangkal paham radikalisme/separatisme.


Pasalnya, dihadapkan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku, agama, ras, dan budaya, dalam pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini sehingga memungkinkan tumbuh kembangnya paham radikal kanan (raka), radikal kiri (raki), dan radikal lainnya (rala).


Lebih spesifiknya adalah radikal yang berkembang menjadi aksi nyata yaitu terorisme dan premanisme.


Untuk itu dirinya mengajak agar masyarakat jangan terprovokasi berita bohong yang belum tentu kebenarannya (hoax), karena tujuannya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.


Di akhir materinya, Kapten Nediono juga menyampaikan mengenai pemaksimalan Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan untuk mendukung PPKM Mikro yang ditetapkan Pemkab, sehingga penyebaran covid-19 di Kabupaten Brebes dapat diminimalisir.


Puncak acara dilakukan pemberian cindera mata secara simbolis kepada perwakilan peserta yang ditunjuk. (Aan)

Related Posts:

Bejat, Kakek di Sirampog Brebes Tega Cabuli Bocah 6 Tahun dengan Iming-iming Uang

 


Brebes - Seorang kakek asal Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tega mencabuli anak dibawah umur dengan iming-iming uang sebesar Rp. 5 dan Rp. 10 ribu.


Dijelaskan Danramil 10 Sirampog, Kapten Infanteri Siswanto melalui Sertu Saepul Kohar, korban berinisial AKR sedangkan pelakunya adalah tetangganya yang berinisial W (71), seorang petani.


“Mendapatkan laporan dari warga, bersama Bhabinkamtibmas setempat, pelaku langsung kita amankan ke kantor desa agar tidak di massa warga,” ujarnya, Kamis pagi (24/6/2021).


Lanjutnya, dari keterangan saksi mata kejadian, Dakiroh (52), tetangga korban dan pelaku, dirinya merasa curiga karena melihat korban keluar dari rumah anak pelaku sambil membawa gulungan pakaiannya.


“Kejadian mencurigakan di rumah anak pelaku itu dilihat saksi mata sekitar pukul 14.30 WIB. Rumah itu dalam keadaan kosong,” bebernya.


Dirinya bersama Bripka Faizal, Bhabinkamtibmas Desa Plompong, berusaha menenangkan warga dan membubarkan mereka agar tidak berkerumun di halaman rumah pelaku.


Di kantor desa inilah kakek itu mengakui perbuatannya, yaitu telah mencabuli AKR sebanyak 2 kali di tempat yang sama yaitu di rumah anaknya saat sedang kosong, namun di hari dan waktu yang berbeda.


Untuk aksi pencabulan yang pertama, pelaku menyatakan tidak ingat waktunya, namun dirinya mengaku memberikan uang jajan sebesar Rp. 5 ribu. Sedangkan untuk aksi yang kedua ini, pelaku memberikan imbalan sebesar Rp. 10 ribu.


“Modus pelaku melakukan pencabulan adalah kebutuhan biologis karena sudah lama menduda sebab ditinggal Almarhumah istrinya,” tandasnya.


Babinsa menambahkan, penting bagi para orang tua untuk memberikan pendidikan seks kepada para anaknya, terutama jika mereka menginjak remaja, karena itu bukan hal yang tabu lagi sehingga mereka terhindar dari pergaulan seks bebas yang dapat menghancurkan masa depannya, termasuk kasus tersebut di atas.


Sementara dari pengakuan korban (AKR), dirinya telah dicabuli W sebanyak 3 kali. Saat ditanya, korban juga merasa kesakitan di bagian vaginanya, sehingga segera dibawa ke RSUD Bumiayu untuk dilakukan visum sebagai bukti laporan kepada pihak kepolisian.


Ibu kandung korban menuntut kejadian yang mencemarkan nama baik keluarganya itu diselesaikan melalui jalur hukum, walaupun pelaku meminta maaf atas kekhilafannya.


Atas perbuatannya itu, pelaku dimungkinkan terjerat pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, tentang perlindungan anak, dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun. (Aan)

Related Posts:

Sertijab Jajaran Pejabat Utama Polda Jateng, Tetap Terapkan Prokes


 SEMARANG - Polda Jawa Tengah melakukan serah terima jabatan Pejabat Utama Polda Jateng dan Kapolres, Rabu (23/6/21) di Gedung Borobudur Polda Jateng, acara Sertijab tersebut di pimpin langsung Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi. 


Acara yang dihadiri, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng Brigjen Abiyoso Seno Aji, Pejabat Utama Polda Jateng yang baru dan Lama.


Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, dalam sambutan acara Sertijab tersebut, mengatakan, Mengingat situasi di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan pelantikan jajaran PJU Polda Jateng ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang berlaku dan hanya dihadiri oleh pejabat utama Polda Jateng.


"Pergantian pejabat utama Polda Jateng ini, merupakan hal yang wajar dan terjadi di Kepolisian. Pergantian ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan dan pengalaman, serta wawasan kepada pejabat yang bersangkutan," kata Irjen Pol Ahmad Luthfi.


Selain itu, lanjut Luthfi, sebagai pengembangan diri dan jenjang karier, sebagaimana yang di rumuskan dalam pembinaan karier Polisi.


Kapolda juga menyampaikan, bahwa pejabat utama Polda Jateng yang melakukan Sertijab hari ini, diantaranya, Dirresnarkoba, Dirpamobvit, Kabidhumas, Kabiddokes, Dirtahti, Kapolres Magelang, Kapolres Kendal, Kapolres Grobogan, Kapolres Temanggung, Kapolres Brebes dan Kapolres Sukoharjo.


"Saya mengucapkan terima kasih, telah memberikan dedikasi yang baik kepada Polda Jateng, semoga selalu di beri kesehatan. Saya juga memberikan penghargaan atas pengabdiannya selama ini," ucap Kapolda Jateng.


Dia juga mengungkapkan, selamat datang kepada pejabat Utama Polda Jateng dan Kapolres yang baru. Semoga dapat menjalankan amanah dari pimpinan Tertinggi Polri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.


Diketahui, bahwa pejabat utama yang baru dan Kapolres yang melakukan Sertijab hari ini, adalah, Dirresnarkoba Kombes 


Pol Lutfi Martadian, S.I.K., S.H., M.H., Dirpamobvit Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna, S.I.K., M.Si., Kabidhumas Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy, S.H., S.I.K., Kabiddokkes Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, 


D.F.M., Sp.F., Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin, S.I.K., M.H., Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto, S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto, S.I.K., M.Si., Kapolres Sukoharjo 


AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, S.I.K., M.PICT., Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, S.I.K., M.Si., Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin, S.H., S.I.K., M.H.  (Saibumi).

Related Posts:

Hj. Nur Nadlifah Gandeng BPJS Tegal Gelar Sosialisasi JKN-KIS


BREBES - Untuk mengoptimalkan pemahaman masyarakat terhadap program Badan Penyelenggaraan Jaminan Kesehehatan (BPJS), anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil IX Jawa Tengah Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, M.M menggandeng BPJS Tegal untuk memberikan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS ) di komplek Pondok Pesantren Asy-Syamsuriyah Jagalempeni, Kabupaten Brebes, Senin (21/06/2021 ).


Hj. Nur Nadlifah mengungkapkan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan peserta mampu memahami dengan jelas seperti apa fungsi dan peran BPJS Kesehatan. 


" Apalagi di masa pandemi ini, kita akan berusaha membawa keluarga kita untuk sehat. Perkembangan saat ini covid-19 masih terus meluas, bahkan hampir rata-rata di semua rumah sakit penuh pasien positif covid-19. Sehingga kita tetap berusaha terapkan protokol kesehatan dalam kondisi apapun," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Tegal, Gunawan Setiawan mengatakan, Program JKN dengan Penyelenggara BPJS kesehatan adalah Program Pemerintah yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kita sebagai warga Negara Indonesia.


" Lebih dari itu, JKN menjamin pelayanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan sakit(preventif), pengobatan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan(rhabilitatif), termasuk obat-obatan dan bahan medis habis pakai," pungkasnya.

Related Posts:

Satgas PPKM Mikro Paguyangan Brebes Bagikan Masker di Pabrik

 


Brebes – Tim Satgas PPKM Mikro Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, juga membagikan masker sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di wilayahnya.


Tampak tim yang beranggotakan TNI-Polri, Satpol PP, dan Satgas PPKM Mikro dari Desa Winduaji, membagikan masker kepada para karyawan dan staf PT. PGT Gondorukem Winduaji. Kamis (17/6/2021).


Disampaikan Kapten Arhanud Suryadi selaku Danramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, sasaran kegiatan PPKM Mikro tentunya tempat-tempat publik seperti halnya pabrik.


“Kali ini kami membagikan masker kain sebanyak 85 buah kepada para karyawan dan staf PT. PGT Gondorukem Winduaji,” terangnya.


Selain itu, tim juga melakukan himbauan agar mereka mematuhi protokol kesehatan 5 M yaitu memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Membatasi mobilitas maupun interaksi.


“Kami terus menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker untuk mencegah tertular wabah virus corona yang mulai beragam variannya,” tandasnya. (Aan)

Related Posts:

Didampingi Panglima TNI, Kapolri Beri Tiket Sekolah Bhabinkamtibmas Usai Sidak PPKM Mikro di Kudus

 


JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) di Balai Desa Bae, Kabupaten Kudus. 


Dalam sidak tersebut, Panglima TNI dan Kapolri melakukan dialog dengan dengan Bhabinkamtibmas Aiptu Basirun, Babinsa Serda Dahlan dan Dokter Puskesmas. Mereka mendapatkan penjelasan dengan baik berdasarkan catatan dan data yang disajikan dengan baik oleh jajarannya tersebut. 


Menurut Sigit, setelah mendengar penjelasan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Dokter Puskesmas, pelaksanaan PPKM Mikro dapat dijadikan contoh di 61 Desa, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.


"PPKM Mikro di Desa Bae bisa dijadikan sebagai model PPKM Mikro di 61 Desa di Kecamatan, Bae," kata Sigit saat sidak PPKM Mikro Desa Bae, Kamis (17/6/2021).


Sigit pun memberikan Aiptu Basirun tiket untuk sekolah perwira. Hal itu sebagai bentuk apresiasi kerja keras Bhabinkamtibmas dalam melaksanakan PPKM Mikro di Desa Bae.


Panglima TNI dan Kapolri sendiri sebelumnya, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi terhadap 1.300 karyawan tekstil di Kudus, Jawa Tengah.


Sigit berharap, peran aktif masyarakat untuk mensosialisasikan program vaksinasi yang tengah digalakan oleh pemerintah. Disamping itu, eks Kabareskrim Polri ini meminta agar stakeholder terkait memaksimalkan PPKM Mikro yakni dengan mengurangi mobilitas masyarakat dalam upaya menekan laju penularan Covid-19. 


"Dan bagaimana melakukan penguatan testing dan tracing, karena yang OTG justru yang beresiko," ujar Sigit.


Sigit menekankan, pengendalian Covid-19 diperlukan kerjasama kuat setiap unsur yang ada. Ia memberi pesan agar pemerintah setempat menyiapkan tempat isolasi mandiri terpusat yang telah disiapkan.


"Dalam isolasi terpusat ada tenaga kesehatan dan obat-obatan, sehingga mudah," ucap Sigit.


Humas polda jateng

Related Posts:

Panglima TNI dan Kapolri Dengarkan Keluhan Warga Bangkalan


 JAWA TIMUR ( trelepmedia.com ) - Serbuan vaksinasi di kabupaten Bangkalan, yang berlangsung di dua titik, diantaranya Stadion Gelora Bangkalan, dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kamal, pada Jumat (18/6/2021). Selain itu, vaksinasi ini juga ditargetkan seribu orang dalam satu hari di satu titik. 


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pejabat Utama Polda Jatim, meninjau serbuan vaksinasi di kabupaten Bangkalan. 


Selain di dua lokasi ini, kegiatan vaksinasi sebelumnya juga dilakukan oleh Forkopimda Jatim berkolaborasi dengan Forkopimda kabupaten Bangkalan untuk melakukan vaksinasi di sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) dan 4 kecamatan zona merah di Bangkalan, diantaranya Ponpes Pademangan Timur, Ponpes Syaikhona Kholil, dan Ponpes Nurul Kholil. 


Sementara, Panglima TNI dan Kapolri dalam kunjungannya di Stadion Gelora Bangkalan, menyempatkan untuk berdialog dengan para santri peserta vaksin. 


"Kami senang dengan kehadiran bapak. Kami merasakan kehadiran negara disini," kata Muhammad wahyu, saat ditanya Panglima TNI tentang perasaannya setelah melakukan vaksinasi. 


Selain Wahyu, Faris Al Farizi warga Bangkalan juga diberi kesempatan untuk berdialog dengan Panglima TNI. Fariz mengatakan untuk vaksin kali ini sangat berguna bagi masyarakat, dan Fariz juga mengeluh jika kondisi daerahnya berdampak luarbiasa. 


"Tapi kami juga sangat menangis sekali kondisi kami sangat luar biasa sekali, sangat berdampak untuk keseluruhannya, dan untuk kehidupan kami, baik dari urusan ibadah, urusan pekerjaan dan urusan pendidikan," keluh Faris. 


"Jadi dengan adanya pemerintah langsung menangani ini sangat-sangat membantu kami, dan sangat berterima kasih sekali, dan luar biasa sekali, kami sangat mengharap terus-menerus untuk diadakan solusi seperti ini. Hanya itu yang bisa saya sampaikan, dan terima kasih, terima kasih ya.." akunya Fariz saat berdialog dengan Panglima TNI. 


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kepada Fariz dan kepada masyarakat Bangkalan. Dengan situasi di Bangkalan ini ada beberapa kecamatan yang masuk zona merah, termasuk Klampis, Geger dan Bangkalan. 


"Apabila dilaksanakan PPKM mikro supaya memutus rantai penularan covid-19. Kira-kira bagaimana menurut Bapak?" tanya Panglima TNI kepada Fariz. 


Faris kembali mengatakan, "itu sangat bagus sekali Pak, sangat efektif sekali, karena memang itu adalah aturan yang memang harus kita jalankan, dan pemerintah juga sudah mengedukasi kita sejak awal urusan covid," Jawab Fariz. 


"Apalagi sekarang ini kami dengar, kami juga bukan ahlinya, cuman kita hanya mengikuti media saja, bahwasanya sekarang ini ada varian baru, saya dengar itu dan itu sangat berbahaya sekali, jadi sangat penting sekali untuk adanya pemutusan, karena itu adalah langkah awal untuk kita supaya cepat selesai dari pandemi ini," imbuh Fariz kepada Panglima TNI.  


Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan terima kasih banyak, karena mulai besok, dari TNI maupun Polri akan membantu Kepala desa atau pak Camat, dalam rangka PPKM Mikro.


"Jadi tugasnya adalah memutus rantai penularan covid-19 dengan melaksanakan setiap hari adalah melacak kontak erat, kemudian melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat, dan Itu pun dilaksanakan terus selama 2 minggu," tegas panglima dihadapan masyarakat Bangkalan. 


Lanjut Panglima menyampaikan. Sehingga Pak Bupati bisa mendapatkan data, yang pertama adalah angka kasus positif di wilayah itu, kemudian yang kedua adalah angka kesembuhan, dan yang ketiga menekan apabila ada angka kematian. 


"Sehingga kasus covid-19 di wilayah Bangkalan ini segera bisa kita akhiri dengan cara itu, tentunya juga kita terus melaksanakan vaksinasi secara nasional," paparnya. 


"Mudah-mudahan nanti proses belajar mengajar semuanya berjalan dengan lancar tanpa adanya ketakutan covid-19. Insyaallah dengan doa kita bersama upaya dari pemerintah, vaksinasi juga bisa terlaksana, PPKM Mikro untuk memutus rantai penularan bisa kita laksanakan dengan baik," pungkas Panglima TNI saat berkunjung di serbu vaksin Bangkalan.

Related Posts:

BREAKING NEWS : Kilang Minyak Cilacap Kebakaran


 JAKARTA - DIlansir dari media okezone, PT Pertamina (Persero) memastikan kebakaran yang terjadi di kilang Cilacap tidak mengganggu pasokan BBM dan elpiji. Untuk diketahui, kebakaran tangki di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah ini terjadi pada pukul 19.45.

"Meskipun terjadi kebakaran, Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG untuk masyarakat tetap aman," ungkap Area Manager Communication, Relations, & CSR RU IV Cilacap - Sub Holding Refining & Petrochemical Hatim Ilwan dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Dia menjelaskan, setelah melakukan upaya maksimal, Pertamina berhasil mengendalikan kebakaran yang terjadi pada salah satu tanki yang berisi benzene. Saat ini masih terus dilakukan upaya pemadaman sisa api di area bundwall.

"Upaya pendinginan juga masih terus dilakukan untuk mencegah api timbul kembali dan penyebab kebakaran masih belum diketahui," jelasnya.

ebih lanjut dia menerangkan upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan penyemprotan foam ke arah titik api. Sejumlah 50 tenaga pemadam diturunkan untuk menangani kebakaran.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 Kilang Pertamina, dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari. Kilang ini memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Related Posts:

Bayi Tak Bernyawa Ditemukan Terbungkus Kantong Plastik di Dapur Warga Krasak Brebes


 Brebes – Nyawa tak berdosa dibuang orang tuanya dalam keadaan meninggal dunia terbungkus kantong plastik di dapur rumah salah satu warga Desa Krasak, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (10/6/2021).


Diterangkan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, melalui Bati Tuud Pelda Bangun Pasaribu, jasad bayi perempuan ditemukan di dapur Tasripin (28), pedagang asal Desa Krasak RT. 004 RW. 003, pada pukul 16.00 WIB.


“Barang bukti lainnya adalah sehelai kain batik warna coklat. Untuk pelakunya sedang dalam proses penyelidikan Polsek Brebes,” ujarnya.


Sementara dari keterangan saksi mata, Tasripin, dirinya menemukan bayi di dalam kantong plastik itu bermula saat hendak mengambil karung di dapurnya sebagai wadah panen cabe di sawah.


“Ada kantong plastik warna hitam terjatuh waktu saya mengambil karung di dapur. Kemudian waktu saya angkat ternyata berat sehingga saya memeriksa isinya dan ternyata bayi,” bebernya.


Lanjut Tasripin, kaget bukan kepalang kemudian dirinya segera melaporkannya kepada perangkat desa setempat untuk diteruskan kepada bidan setempat, Etik Rahmiyati (45).


Dari pemeriksaan awal bidan tersebut, bayi sudah tidak mempunyai ari-ari atau plasenta, kemungkinan baru dilahirkan sekitar 6 jam lebih, dan panjangnya 25 centimeter.


Setelah mendapatkan laporan dari perangkat desa, petugas segera datang ke TKP untuk mencatat keterangan saksi-saksi dan kemudian mengevakuasi jasad bayi malang itu ke ruang jenazah RSUD Brebes untuk otopsi. (Aan)

Related Posts:

Hj. Nur Nadlifah : Mari Gelorakan Jihad Mencegah Stunting

 


JAKARTA – Semua pihak harus ikut berperan dalam rangka mencegah stunting. Demikian disampaikan oleh anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Pemilihan IX Jawa Tengah Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, MM pada saat rapat kerja ( raker ) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ), Selasa (8/6/2021 ).


Stunting atau kerdil pada anak, kata Nur Nadlifah, mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.


"Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Periode 1000 hari pertama kehidupan semestinya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu pada tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan,” katanya. 


Selain itu, lanjut Nur Nadlifah, penanganan stunting harus dilaksanakan secara serius dan tidak boleh main – main oleh BKKBN yang berperan sebagai leading sektor penanganan stunting.


Dirinya mengajak semua pihak untuk berjihad mencegah stunting berdasar kemampuan dan keahlian masing – masing memberikan edukasi kepada masyarakat agar melakukan pencegahan.  Tentunya ini melibatkan semua elemen, terutama petugas kesehatan meliputi di lingkungan puskesmas, Dinkes, bidan koordinator, dan petugas gizi. Selain itu, dalam rangka pencegahan ini juga melibatkan, tokoh agama yang mengikuti pelatihan kesehatan dan Gizi.


"Untuk strategi informasi dan edukasi adalah melalui publikasi di berbagai media baik itu cetak, online, elektronik termasuk media sosial. Semoga dengan memaksimalkan upaya tersebut, jumlah stunting menjadi menurun," pungkasnya.

Related Posts:

30 Calon Komcad Asal Brebes Diberangkatkan ke Magelang


Brebes – 30 orang calon Komcad (Komponen Cadangan) matra darat tahun 2021 asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diberangkatkan ke Kabupaten Magelang untuk ditampung di Rindam IV Diponegoro guna mengikuti seleksi penerimaan Komcad tingkat Panda (Panitia Daerah). Senin dini hari (7/6/2021).


Tampak Pasipers (Perwira Seksi Personel) Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Kunpriyanto, SE, memberikan arahan kepada para calon di Aula Jenderal Soedirman Kodim Brebes, beberapa jam sebelum mereka diberangkatkan.


Dijelaskan Kapten Kunpriyanto, ketiga puluh calon berasal dari 14 dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.


Untuk perinciannya, 4 orang dari Kecamatan Jatibarang, 4 orang dari Losari, 4 orang dari Bantarkawung, 3 orang dari Tanjung, 3 orang dari Paguyangan, 2 orang dari Bulakamba, 2 orang dari Ketanggungan, 2 orang dari Kersana. Untuk sisanya dari Kecamatan Brebes, Salem, Banjarharjo, Bumiayu, Wanasari, dan Songgom, dimana diwakili masing-masing 1 orang calon.


“Dari ketiga puluh calon Komcad asal Kabupaten Brebes, yang tertua adalah lulusan S1 berumur 25 tahun dan yang termuda berumur 18 tahun,” bebernya.


Lanjutnya, batasan usia komponen sukarela bela negara ini adalah 18-35 tahun. Untuk calon tertua berasal dari Desa Ganggawang Kecamatan Salem yang bernama Ahmad Pakih (25), kemudian 2 orang anak kuliah, selanjutnya 4 orang anak SLTP, sedangkan mayoritas adalah anak SLTA sederajat.


“Direncanakan mereka akan mengikuti seleksi selama satu minggu di Magelang bersama 157 calon lainnya yang berasal dari Kabupaten Banyumas (19), Purbalingga (23), Cilacap (23), Banjarnegara (20), Pekalongan (22), Pemalang (17), Tegal (18), dan 15 calon asal Kabupaten Batang,” sambungnya.


Kesemuanya merupakan calon Komcad asal jajaran Kodim-Kodim di jajaran Korem 071 Wijayakusuma.


Setelah menerima pembekalan kemudian beristirahat di Barak Siaga Kodim Brebes, ketiga puluh calon asal Brebes ini diberangkatkan menggunakan kendaraan dinas pada pukul 00.10 WIB.


Ditambahkannya, nantinya para calon Komcad yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan pelatihan dasar kemiliteran selama 3 bulan yang akan dimulai pada minggu ke-4 bulan Juni sampai dengan September 2021, sedangkan bagi yang belum memenuhi ketentuan akan dikembalikan ke tempat asalnya masing-masing.


Untuk diketahui, Kementerian Pertahanan (Kemhan) membuka seleksi Komcad 2021 dalam rangka memperkuat pertahanan negara melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), sekaligus memenuhi hak dan kewajiban warga negara dalam upaya pembelaan negara.


Hal itu tertuang dalam UUD 45 Pasal 27 (3), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam upaya pertahanan dan keamanan negara, serta pasal 30 (1) UUD 45 dan UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk pertahanan negara.


Upaya dengan dengan meningkatkan kekuatan dan kompetensi warga negara melalui pembentukan Komcad juga diselaraskan dengan penataan Komponen Pendukung (Komduk) guna mendukung Sishankamrata. (Aan)

Related Posts:

Polisi Bongkar Kebon Ganja Hidroponik Rumahan Di Brebes Jawa Tengah

 


Jakarta, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Salah satu rumah di wilayah Brebes Jawa Tengah pada Minggu dini hari, 6/6/2021. 


Tindakan tersebut dilakukan adanya informasi tentang rumah yang di jadikan sebuah tempat penanaman ganja dengan sistem Hidroponik


Saat dikonfirmasi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo membenarkan adanya penangkapan tersebut


" Ya Benar Kami Baru saja melakukan penggerebekan di sebuah rumah di daerah Brebes Jawa Tengah yang di jadikan Tempat Penanaman pohon Ganja " Ujar Kombes pol Ady Wibowo, Minggu, 6/6/2021


Sementara dalam kesempatan yang sama Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akbp Ronaldo Maradona Siregar mengatakan bahwa baru saja melakukan penggerebekan di sebuah rumah di daerah Brebes Jawa Tengah


Dalam penggerebekan tersebut kami berhasil menemukan ratusan ganja yang ditanam melalui sistem Hidroponik dengan media Pot Tanaman 


Namun kami belum bisa lebih rinci terkait penangkapan tersebut pihaknya dibawah pimpinan kanit 3 sat narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akp Fiernando Adriansyah dan Kasubnit Narkoba Ipda Ari Nuzul beserta Team sedang mendalami lebih jauh


Akan kami beberkan secara detail dalam waktu dekat ini tutup Ronaldo

( Humas Polres Metro Jakarta Barat )

Related Posts:

Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB Cek Pelaksaan Vaksinasi Di Grobogan

 


GROBOGAN – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, bersama Kepala BNPB Ganip Warsito dan Gubenur Jateng Ganjar Pranowo, meninjau langsung vaksinasi di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu siang (6/6/2021).


Dalam kesempatan itu, Sigit mengatakan, beberapa hari ini TNI Polri melakukan peninjauan di jawa tengah terkait Covid di Kudus. Karena efeknya bagi wilayah wilayah di perbatasaan dengan Kabupaten Kudus yang terdampak Covid 19 ini.


“Kami sudah meninjau di beberapa daerah Kabupaten yang ada di jawa tengah, diantaranya, Cilacap, Pati Kudus, Blora dan Grobogan. Untuk diwilayah kudus dengan melakukann langkah langkah dengan menambah personil PPKM Mikro dengan kekuatan TNI Polri,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.


Penambahan ini, Kata Sigit, Untuk melakukan Tracing dan juga yang sudah dilakukan Tracing, kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan PCR.  Karena saat ini angkanya sudah demikian tinggi, untuk itu yang melakukan isolasi mandiri di rumah, mulai hari ini akan dilakukan evakuasi di Asrama G Donyudan.


“Karena disana salah satu sentral rujukan isolasi mandiri yang sudah kita siapkan tenaga kesehatan dan pengobatan. Kemudian secara bertahap, untuk  tempat tempat rujukan yang ada diwilayah kudus, juga kita persiapkan, sehingga kemudian ada dua wilayah yang sudah kita persiapkan, yaitu wilayah Kudus dan Donoyudan,” ujar Sigit.


Selanjutnya, Sigit menambahkan, untuk wilayah perbatasan, saat ini angkanya masih cukup bagus, namun situasi kudus harus bisa dikendalikan, jangan sampai berkembang hingga kemana mana. Oleh karena itu, harus diperkuat lagi edukasi 3M, PPKM Mikro, kepatuhan terhadap penggunaan masker, hal itu harus diingatkan kepada masyarakat.


Sementara itu, Panglima TNI MAserkal Hadi Tjahjanto, mengungkapkan, permasalahan Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah, TNI ataupun Polri saja. Tetapi hal ini menjadi tanggung jawab bersama dalam memutus mata rantai Covid-19. 


Dikatakan Hadi, saat ini pemerintah, TNI dan Polri membutuhkan peran serta masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Minimal, kata dia, semua saling mengingatkan untuk disiplin terhadap protokol kesehatan yaitu 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan). 


“Dengan cara pola berjalan sesuai dengan arah, pertama untuk menyehatkan situasi, kedua memberikan wawasan kepada masyarakat, ketiga PPKM Mikro harus lebih maksimal dalam penangan Covid di Kudus dan Grobogan ini,” ujar Hadi.


Hadir dalam kunjungan tersebut, Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diwakili Sekda Provinsi Jateng, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pandam IV Kodam Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, pejabat utama Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro, mendampingi Panglima TNI dan Kapolri usai mengecek Kabupaten Kudus yang terdampak Covid 19.

Related Posts:

Satnarkoba Polres Jakbar Berhasil Amankan 300 Pohon Ganja di Songgom Brebes

 


 Brebes – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Jakarta Barat grebek rumah warga yang menanam ratusan pohon ganja berumur 3 bulan di Dukuh Pengilon, Desa Wanatawang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Minggu (6/6/2021).


Dibenarkan Kapten Infanteri Sutarno, Danramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, penggerebekan dilakukan di rumah Yono, warga Dukuh Pengilon RT/RW. 04.


“Pohon ganja itu berjumlah 300 batang dan ditanam di dalam pot,” terangnya.

Baca juga : Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNP Tinjau Vaksinasi 

Lanjutnya, penggerebekan itu berdasarkan pengembangan penyidikan yang dilakukan terhadap Herman Felani (30), jaringan pengedar ganja yang ditangkap Satnarkoba Polres Jakarta Barat sehari sebelumnya (5/6).



Ratusan pohon ganja itu langsung diangkut menggunakan truk untuk diamankan sebagai barang bukti oleh satu regu Satnarkoba Polres Jakbar, dibawah pimpinan Kasat Narkoba, AKP Fernando.


Dari keterangan awal, Yono mengaku tidak mengetahui bahwa itu tanaman ganja dan berdalih hanya merawatnya saja atas permintaan majikannya yang bernama Umar, bertempat tinggal di Jakarta.

Lihat juga Video : 


Untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, Saudara Yono juga dibawa  ke Jakarta.


“Setelah penggerebekan, anggota kami dan Bhabinkamtibmas Desa Wanacala, langsung memberikan pemahaman kepada warga setempat bahwa tanaman ganja merupakan tanaman terlarang yang tidak boleh dipelihara sehingga bisa terjerat hukum pidana,” tandasnya. (Aan)

tonton video ini juga :



Related Posts:

Babinsa Koramil Larangan Brebes Peduli Tempat Ibadah

 


Brebes – Babinsa Koramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, menggelar karya bakti pengecatan mushola di Dukuh Anggamaya, Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu (2/6/2021).


Pjs. Danramil Larangan, Letda Inf Muh Yazid menjelaskan, keterlibatan anggotanya merupakan bentuk kepedulian terhadap kegiatan sosial kerohanian masyarakat desa binaannya.


“Babinsa kami bersama warga mengecat dinding Mushola Miftahul Huda di Dukuh Anggamaya RT. 03 RW. 06,” terangnya.


Menurutnya, perawatan sarana ibadah warga itu dimaksudkan untuk lebih memberikan kenyamanan saat beribadah.


“Untuk dinding mushola kita cat hijau agar tampak lebih sejuk,” tandasnya.


Sementara itu, Ketua RT setempat, Sertu Abdul Mukmin, anggota Unit Intel Kodim Brebes wilayah Kecamatan Larangan, menyatakan apresiasi atas keterlibatan rekan-rekan Babinsa di lingkungannya. (Junaedi/Aan)

Related Posts: