SINOPSIS CHANDRA NANDINI EPISODE 58 PART 2


Chandra pun berenang ke seberang danau untuk mengejar Nandini tapi Nandini sudah menghilang. Chandra melihat jejak kakinya dan mengikutinya sementara Nandini bersembunyi di balik batu dan meloloskan diri saat Chandra tidak melihatnya.

Dharma menangis dan berlari. Kartikay mengejarnya dan menarik tangannya lalu mengatakan kalau Bindusara harus meminta maaf padanya karena meski dia seorang pangeran dia tidak bisa memperlakukan gadis seperti ini. Dharma menjawab tidak perlu untuk itu karena Bindusara tidak akan mau mengerti. Dharma menambahkan kalau keberadaannya hanya untuk membantu rakyat Champa dan setelah Bindusara menikah dirinya akan segera pergi . Kartikay lalu melihat bekas gigitan kalajengking di tangan Dharma dan membebatnya dengan kainnya. Ellis pun melihat mereka berdua dan menjadi emosi lalu meremas gelas di tangannya hingga tangannya berdarah.

Nandini masuk ke dalam istana. Chandra memperhatikan dari kejauhan dan berpikirbmengapa Nandini tidak mau berhenti dan jika dia di istana mengapa dia menjauhinya lalu Chandra mengejar masuk dan bertanya pada prajurit mengenai Nandini Prajurit menjawab tidak melihatnya. Chandra memarahi mereka lalu berjalan masuk sambil berteriak memanggil Nandini. Prajurit pun berkata kalau Kalau mereka sudah tidak waras karena cintanya. Chandra masuk ke dalam istana dan mencari2 Nandini. Nandini sendiri sudah berhanti baju dan menyembunyikan bajunya yang tadi. Dharma masuk sambil menangis dan Nandini bertanya. Chandra yang merasa bahagia terus mencari Nandini dan berkata kalau Nandini pasti pergi menemui Bindusara. Nandini meminta Dharma berhenti menangis lalu bergerak mencari air untuk Dharma. Chandra berjalan di koridor dan Nandini juga berjalan di sisi yang berlawanan. Chandra menabrak Nandini. Selendang Nandini terjatuh dan Nandini ketakutan lalu dengan cepat mengambil selendang untuk menutupi wajahnya. Chandra pun meminta maaf dan mengatakan, “ aku minta maaf karena terlalu bahagia melihat Nandini..aku sudah mencari2nya selama bertahun2 dan sekarang aku akan pergi untuk menemuinya ”.

Di kamar, Bindusara tengah melamun dan teringat Dharma. Lalu Bindusara mendengar suara langkah kaki dan berkata agar meninggalkannya sendiri. Chandra bersuara dan Bindusara menyambutnya. Chandra lalu berkata, “ dia ada disini..kau membuat kamarmu gelap jadi bagaimana dia bisa melihatku.. biarkan aku menghidupkan lilin..” Chandra pun menghidupkan lilin di kamar Bindusara. Bindusara bertanya siapa yangbdia maksud dan Chandra menjawab “ibumu”. Bindusara menjawab kalau Helena bersama Justin. Chandra pun menjawab kalau Nandini yang dimaksudnya. Bindusara pun mengepalkan tangannya dan mengatakan kalau Nandini sudah tiada dan tidak akan pernah kembali. Chandra menyahuti kalau Nandini masih hidup dan sudah dilihatnya hari ini lalu Chandra memanggil pelayan menyuruhnya mengumpulkan semua wanita di istana ke aula.

Nandini berlari masuk ke dalam kamar dengan ketakutan dan Dharma bertanya mengalami ketakutan dan dimana air yang diambilnya. Nandini mengatakan kalau Raja Chandra melihat wajahnya. Pelayan datang dan mengatakan agar Prabha berkumpul di aula.

Chandra memeriksa semua wanita yang berkumpul di aula dengan membuka penutup wajah mereka satu persatu. Chandra menghentikannya dan berkata kalau yang dilakukannya tidak sopan tapi Chandra menjawab kalau ibunya sudah kembali dan akan ditemukannya lalu Chandra tetap melanjutkan aksinya. Nandini sendiri menjadi cemas. Saat Chandra hendak membuka penutup wajah Nandini tiba2 Chanakya datang dan menegurnya karena membuka penutup wajah mereka tanpa ijin. Dadima juga meminta Chandra menghormati mereka. Chandra duduk dengan sedih. Chanakya membubarkan yang lain.

Chandra lalu berbicara pada Chanakya kalau dirinya benar2 melihat Nandini. Helena menimpali, “ baiklah..kita mempercayaimu melihat Nandini tapi jika dia ada disini mengapa dia tidak muncul di hadapan kita..dia mencintai Bindusara tapi dia bahkan tidak pergi untuk melihatnya..nenek..apakah Nandini menemuinya?? Lihat Chandra..semua tamu akan mempertanyakan Rajanya ”. Dadima meminta Helena untuk tidak berbicara seperti itu pada Chandra. Helena meminta Chandra menerima kepergian Nandini. Chandra berteriak kalau Nandini masih hidup. Chanakya menenangkan Chandra dan berkata kalau dirinya mempercayainya. Chandra kemudian beranjak pergi. Dadima berbicara pada Chanakya kalau dirinya tidak bisa melihat Chandra seperti itu karena meski Nandini sudah pergi selama 10 tahun tapi Chandra tidak pernah bisa menerimanya. Chanakya mengatakan kalau dirinya sudah menghentikan Chandra dari cintanya tapi sekarang cinta itu merusak kehidupan Chandra dan membuatnya terluka. Chanakya lalu beranjak pergi. Nandini berdiri menatap lukisan wajah Nandini. Dharma menghampiri Nandini dan bertanya. Nandini berkata bahwa hari ini Chandra merasa dirinya adalah istrinya dan Chandra terlihat tidak berdaya, Nandini merasa ingin menemui Chandra dan berkata kalau dirinya adalah istrinya untuk membantu ketidakberdayaan Chandra. Dharma menjawab, “ bu..aku hanya memilikimu saja ibuku meninggal saat melahirkanku dan sekarang aku tidak mau kehilanganmu..aku menemukan sosok ibu dalam dirimu “. Lalu Dharma membawanya kembali ke kamar. Chandra sendiri tengah memandangi lukisan Nandini di kamarnya.

Chanakya menemui Chandra di kamarnya dan memberinya minum agar lebih baik dan kemudian beranjak pergi. Chandra dengan tatapan kosong kembali mengingat kenangannya bersama Nandini.

Helena menenangkan

Bindusara dan berkata kalau dia akan segera menjadi raja dan semua akan menjadi seperti yang diinginkannya.

Charumitra tengah mengobrol dengan Chitralekha dan Ellis mengenai kecantikan Nandini, Chitralekha bertanya pada Ellis apakah dia pernah melihat Nandini. Ellis menjawab kalau dirinya melihat Nandini saat masih kecil tapi yang diingaynya hanya lah tentang Nandini yang sudah melenyapkan ibu Bindusara. Charumitra pun berkata dirinya akan membenci Nandini karena Bindusara juga membencinya. Sementara Justin tengah bersama Bhadraketu dan Kartikay. Mereka juga membicarakan Chandra Nandini. Paginya Dharma tengah menghias kuku kaki Charumitra. Charumitra memarahinya lagi karena sudah merusak ritualnya semalam. Dharma mencoba menjelaskan kalau dirinya berusaha menyelamatkannya dari seekor kalajengking. Charumitra lalu pura2 kasihan melihat luka di tangan Dharma dan membelai tangannya tapi kemudian dia menekan luka tersebut sambil berteriak marah karena semalam dia tidak mengalihkan pandangannya hingga membuat Bindusara melihat Dharma lebih dulu daripada dirinya. Dharma pun menangis kesakitan dan mencoba melepaskan diri lalu mengatakan agar membiarkannya pergi. Charumitra menyahut agar dia menyelesaikan tugas nya dulu.

Bindusara masuk ke kamar Charumitra. Pelayan dan Dharma beranjak pergi tapi Charumitra melarang Dharma pergi. Bindusara mendekati Charumitra dan memeluknya lalu mengatakan bahwa mereka membutuhkan privasi. Bindusara mengatakan hal tersebut untuk menyindir Dharma yang masih saja berdiam diri di kamar Charumitra. Dharma menyahut agar Bindusara mengajari calon istrinya yang memalukan yang melarangnya pergi. Dharma pun beranjak pergi. Charumitra tertawa lalu berbicara dengan Bindusara untuk tidak membiarkan Dharma pergi Setelah pernikahan mereka karena Dharma akan menjadi hiburan untuknya lalu Charumitra memeluknya lagi. Bindusara hanya menatap kepergian Dharma melalui jendela. Nandini berjalan di koridor dan berpapasan dengan Dadima. Dadima menghentikannya dan memberikan gelasnya lalu berbicara dengannya sambil menggenggam tangannya. Dadima menyuruh Nandini memberikan air itu pada Chandra. Nandini hanya mengangguk dan berjalan pergi seraya berpikir mengapa merasa tidak asing dengan sentuhan tangan Dadima tadi.

Apama dan Helena melihat Justin yang tengah bercermin di baki air lalu bertanya apa yang dilakukannya. Justin mengatakan kalau dirinya berlatih untuk melihat bayangan wajah calon istrinya. Apama dan Helena berbicara dengannya. Justin kembali berbicara meminta Helena menikahkannya tahun depan dan menyuruhnya berbicara dengan beberapa putri kerajaan yang hadir di istana.

Helena punn menamparnya. Apama bertanya. Helena dengan amarah mengatakan kalau Justin tidak pernah bisa melakukan apapun dan sekarang meminta untuk menikah. Helena juga berkata kalau sekarang Chandra juga mengkhayal sudah melihat Nandini di istana. Justin

berkata kalau dirinya juga melihat Nandini. Helena emosi dan berteriak pada Justin. Apama pun menyuruh Justin pergi. Apama lalu

berbicara pada Helena kalau Chandra sudah tidak waras dan hanya Nandini yang menjadi jawabannya. Jika Nandini tidak kembali maka semua ini tidak akan pernah hilang.

Nandini masuk kamar Chandra dan sketsa masa lalunya kembali terbayang. Nandini melangkah perlahan2 dan melihat Chandra tengah tertidur. Lalu Nandini melihat lukisannya bersama Dhurdhara dan Nandini membelainya. Nandini kembali teringat sketsa masa lalunya. Nandini lalu berkata kalau lukisan itu menggambarkan begitu banyak cinta dan itu membuat Nandini bertanya2 mengapa Nandini melenyapkan Dhurdhara. Nandini melihat buku2 di meja dan memeriksanya. Sketsa dirinya kembali terbayang dan Nandini merasa tidak asing dengan buku2 tersebut. Nandini lalu melihat pakaian, perhiasan dan gelang kaki yang membuat memori ingatannya semakin kuat tapi tiba2 terdengar Chandra mengigau memanggil Nandini. Nandini berpikir kalau Chandra mengatakan yang sebenarnya mengenai Nandini yang berada dalam istana karena Chandra tidak melihat kehadirannya didalam kamarnyabyapi tetap mengungsi memanggil nama Nandini. Nandini mendekat ke Chandra dan meletakkan gelasnya di meja tapi ketika hendak pergi angin menerbangkan selendangnya dan tangan Chandra menarik tangannya. Nandini pun terkejut dan merasakan getaran tangan Chandra. Chandra membuka matanya dan melihat Nandini dengan samae lalu berkata, “ Nandini tolong jangan tinggalkan aku..aku tau kau akan kembali..cintaku yang menang karena kau kembali sekarang ”. Chandra menarik Nandini agar mendekat. Memori ingatan Nandini semakin kuat, dia menatap Chandra dan meletakkan tangannya di wajah Chandra lalu membelainya. Nandini pun merasa cemas dengan keadaan Chandra.

 

Related Posts:

0 Response to "SINOPSIS CHANDRA NANDINI EPISODE 58 PART 2"

Post a Comment